Kemenkeu Anggap Belum Ada Dampak Kebijakan Presiden Trump

Tempo.Co 23-Jan-2017 07:31 Technology
Kemenkeu Anggap Belum Ada Dampak Kebijakan Presiden Trump

HayalBand, Jakarta - Kementerian Keuangan terus memantau realisasi kebijakan ekonomi yang akan dilakukan oleh pemerintahan baru Amerika Serikat (AS) di bawah Presiden Donald Trump. Meskipun demikian, Kementerian Keuangan menilai saat ini belum ada dampak signifikan yang dirasakan Indonesia pasca pelantikan Trump, Jumat pekan lalu.
Baca : Dilema Nelayan Cantrang Menanti Kepastian Menteri Susi  
"Belum ada, tapi kami akan terus memperhatikan perkembangan kebijakan dalam beberapa hari belakangan dan ke depan," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin, 23 Januari 2017.
Suahasil mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan terbaru kebijakan Trump sejak awal masa kampanye hingga realisasinya nanti. "Yang terpenting apa kebijakan yang nanti akan benar-benar diambil," katanya.
Baca : Rupiah Diproyeksi Menguat Setelah Pelantikan Donald Trump
Adapun salah satu kebijakan ekonomi yang diproyeksikan akan diterapkan Trump adalah mengambil kebijakan yang proteksionis dalam perdagangan.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus D.W. Martowardojo juga menuturkan lembaganya akan berfokus mencermati kebijakan fiskal, keuangan, dan perdagangan AS ke depan.
Baca : Rupiah Diproyeksi Menguat Setelah Pelantikan Donald Trump
"Kami akan terus mengikuti mulai dari menteri-menteri yang dipilih, kebijakan fiskalnya seperti apa, apakah betul akan ada ekspansi besar seperti penurunan pajak dan sumber pembiayaan besar," ujar Agus, di Kompleks Bank Indonesia, Thamrin, Jakarta, Jumat, 20 Januari 2017.

Agus berujar BI juga menanti kebijakan kerja sama pemerintahan Trump dengan Bank Sentral AS (The Fed). BI pun turut menjaga agar nilai tukar rupiah tak banyak terpengaruh. "Kalau dilihat perdagangan negara lain banyak yang dituduh manipulasi currency agar kompetitif dan mengancam AS."

Kurs rupiah sendiri hingga akhir tahun lalu tercatat mengalami penguatan hingga 2,3 persen (ytd). Menurut Agus sentimen-sentimen global itu termasuk dalam hal yang harus diwaspadai, meskipun kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini cukup kuat dan baik.

"Kami akan lihat perkembangan negara-negara mitra dagang utama, BI akan terus menjaga agar nilai tukar kita selalu kompetitif," ucapnya.

GHOIDA RAHMAH


Related Post