Telepon ‘Maut’ Hitler Selama Perang Dunia II Bakal Dilelang

Tempo.Co 18-Feb-2017 04:08 Technology
Telepon ‘Maut’ Hitler Selama Perang Dunia II Bakal Dilelang

HayalBand, Chesapeake—Sebuah telepon yang digunakan pemimpin Nazi, Adolf Hitler, selama Perang Dunia II, akan dilelang di Amerika Serikat pada akhir pekan ini.

Seperti dilansir Associated Press, Sabtu 18 Februari 2017, panitia lelang Alexander Historical Auctions menyebut telepon ini merupakan “pembawa maut” pada zamannya.

Baca: Bakar dan Kencingi Al Quran, Perempuan Ini Diburu Polisi

“Hitler kerap menggunakan telepon ini untuk memerintahkan pembantaian selama perang,” kata pejabat lelang, Bill Panagopulos kepada Associated Press.

Dibuat oleh perusahaan telekomunikasi Jerman, Siemens, telepon ini akan dilelang mulai US$100 ribu atau lebih dari Rp 1,3 miliar di Kota Chesapeake, Maryland, Amerika Serikat.

Panitia lelang berharap telepon dapat terjual hingga US$ 300 ribu.

Telepon berwarna merah dengan ukiran nama sang Fuhrer dan simbol Nazi ini pertama kali ditemukan di tempat persembunyian alias bunker Hitler di Berlin pada 1945.

Seorang tentara Uni Soviet kemudian menyerahkan telepon itu kepada Sir Ralph Rayner asal Inggris sebagai hadiah setelah Jerman menyerah.

Putra Rayner, Ranulf, yang kini berusia 82 tahun menjual telepon ini kepada pihak lelang setelah mewarisi dari sang ayah pada 1977.

"Ayah saya tidak melihat telepon ini sebagai pengingat masa-masa keemasan Hitler, melainkan sebuah trofi perang belaka,” ujar Ranulf kepada CNN. "Dia tidak pernah berpikir telepon ini akan menjadi artefak penting.”

Telepon yang diberikan Wehrmacht kepada Hitler ini kerap menemani sang diktator saat perjalanan dengan kereta maupun kendaraan militer Jerman.

Selain telepon bersejarah, panitia juga akan melelang sebuah patung anjing porselen yang dibuat oleh budak di kamp konsentrasi Dachau.

Patung ini diduga dipersembahkan kepada Hitler oleh Heinrich Himmler, kepala SS dan arsitek pembantaian Yahudi.

Ranulf berharap barang-barang ini dapat dibeli museum atau ditampilkan di museum, daripada kolektor pribadi.

"Saya tidak ingin mereka tersembunyi lagi,” tutur Ranulf. "Saya ingin mereka mengingatkan perang."

BBC | AP | CNN | SITA PLANASARI AQUADINI



Related Post